KPK Tetapkan 5 Tersangka OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Ditahan

- Penulis Berita

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Serenity via Wikimedia Commons)

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Serenity via Wikimedia Commons)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Salah satu tersangka disebut sebagai adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan lima nama tersangka dalam keterangan tertulis pada Rabu (14/10/2026), yakni Syifa Nrika Ghifarian, Gabriel Purwaka Sigit, Bima Setiawan, Gery Prasetiawan, dan Richard Erlangga. Penetapan dilakukan setelah perkara naik ke tahap penyidikan melalui gelar perkara pada Selasa malam.

“Setelah penyelidikan perkara ini diputuskan naik ke tahap penyidikan pada forum ekspose tadi malam, kemudian penyidik menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adik Kepala BNPB Ikut Terseret

Nama Bima Setiawan menjadi sorotan publik karena disebut memiliki hubungan keluarga dengan Kepala BNPB. Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan informasi tersebut saat ditemui di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Ya, terinformasi seperti itu, tapi pastinya nanti akan dikonfirmasi kembali, karena kita tidak melihatnya siapa dia. Ini kan yang dimintai pertanggungjawaban adalah subjek yang melakukan atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum,” ujar Setyo, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga :  10 Orang Saksi Diperiksa Kasus Petugas Imigrasi Tewas Jatuh dari Apartemen

Sementara itu, Gabriel Purwaka Sigit diketahui menjabat Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Richard Erlangga berstatus tenaga ahli Kepala BNPB, sedangkan Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian berasal dari pihak swasta.

Kelima tersangka terlihat keluar dari Gedung Merah Putih KPK pada Rabu sore sekitar pukul 16.48 WIB dengan mengenakan rompi oranye dan tangan diborgol. Mereka terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan. Kelimanya langsung ditahan di Rumah Tahanan KPK untuk kepentingan penyidikan dan tidak memberikan komentar kepada wartawan.

Sita Aset Kripto Rp 3,3 Miliar

Selain uang tunai sekitar Rp 1,4 miliar serta emas batangan dan tabungan emas, KPK juga menyita aset kripto yang diduga terkait perkara ini. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut total nilai barang bukti yang disita mencapai sekitar Rp 3,3 miliar dari beberapa pihak.

Baca Juga :  Ingin Jadi Distributor Skincare? Kenali Peluang Kemitraan Herbala

“Lebih kurang sekitar Rp 3,3 miliar. Itu dari beberapa pihak,” kata Setyo di sela kegiatan Jelajah Media di Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).

KPK kini mendalami kepemilikan aset kripto tersebut dengan berkoordinasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dugaan perkara berkait dengan suap dan konflik kepentingan dalam pengadaan yang menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanggulangan bencana.

Konferensi Pers Dijadwalkan Jumat

Penetapan lima tersangka ini merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada Selasa (13/10/2026) di lima kota wilayah Jabodetabek, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan 14 orang untuk dimintai keterangan.

KPK menjadwalkan konferensi pers resmi pada Jumat (16/10/2026) untuk memaparkan konstruksi perkara secara rinci, termasuk kronologi dan peran masing-masing tersangka. BNPB sendiri menyatakan menghormati proses hukum dan memastikan tidak ada intervensi dalam bentuk apa pun.

Sumber Berita : sahabatrakyat.com, topik.id, holopis.com, okezone.com

Berita Terkait

OTT KPK di BNPB Berlangsung di 5 Kota Jabodetabek, 14 Orang Diamankan
Prabowo Prioritaskan Pemadaman Karhutla Tanjung Puting
Motor Meledak Saat Kabur, Dua Pencuri Motor di Koja Babak Belur Diamuk Api dan Warga
Polisi Buru Pelaku Kasus 2 Bocah di Jakbar Diculik dan Kalung Emas Perhiasan Dirampas
Polda Banten Bongkar Praktik Penimbunan Solar Subsidi di Serang Modus Kencingan
Satpol PP Razia Toko Kelontong di Terminal Cibinong, 1.482 Botol Miras Disita
Polisi Usut Kasus Viral Pria Diduga Transaksi Narkoba di Bogor yang Diamankan Warga
Bangga! Rahmat Erwin Raih Emas Kedua Indonesia, Sekaligus Pecahkan Rekor Asia

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KPK Tetapkan 5 Tersangka OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Ditahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:14 WIB

OTT KPK di BNPB Berlangsung di 5 Kota Jabodetabek, 14 Orang Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Prabowo Prioritaskan Pemadaman Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Motor Meledak Saat Kabur, Dua Pencuri Motor di Koja Babak Belur Diamuk Api dan Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Polisi Buru Pelaku Kasus 2 Bocah di Jakbar Diculik dan Kalung Emas Perhiasan Dirampas

Selasa, 29 September 2026 - 11:55 WIB

Satpol PP Razia Toko Kelontong di Terminal Cibinong, 1.482 Botol Miras Disita

Senin, 28 September 2026 - 11:43 WIB

Polisi Usut Kasus Viral Pria Diduga Transaksi Narkoba di Bogor yang Diamankan Warga

Jumat, 25 September 2026 - 10:43 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Anak di Bogor Bunuh Ayah Kandung Usai Ditegur Pulang Malam

Berita Terbaru

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Serenity via Wikimedia Commons)

Breaking News

KPK Tetapkan 5 Tersangka OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Ditahan

Kamis, 15 Okt 2026 - 09:00 WIB

Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. (Foto: Wikimedia Commons)

Breaking News

Prabowo Prioritaskan Pemadaman Karhutla Tanjung Puting

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:25 WIB