Jokowi Sentil Pedas Pejabat Hobi Pamer Momen Berwisata ke Luar Negeri: Kenapa Malah Berbondong-bondong?

- Penulis Berita

Jumat, 30 September 2022 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritajabodetabek, Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan tentang bahaya krisis global yang juga bisa berdampak terhadap Indonesia. Bahkan kali ini Jokowi menilai ada lebih banyak ketidakpastian yang harus siap dihadapi di masa depan.

Karena itulah,Presiden Joko Widodo mengaku heran karena banyak pejabat-pejabat negara yang justru lebih suka berlibur di luar negeri. Mirisnya lagi, para pejabat negara itu kemudian memamerkan momen liburan mereka ke luar negeri di media sosial.

Padahal, menurut Jokowi, perilaku seperti itu bisa berdampak buruk terhadap devisa negara apabila tidak segera dikurangi intensitasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenapa dalam situasi krisis global seperti ini malah berbondong-bondong ke luar negeri?” ucap Jokowi kala memberi pengarahan kepada seluruh Menteri, Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Kajati, Pangdam, dan Kapolda.

“Dipamer-pamerin di Instagram, apalagi pejabat,” sambung Jokowi, seperti dikutip Suara.com dari video unggahan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (30/9/2022).

Gestur geleng-geleng kepala yang ditambahkan Jokowi di akhir kalimatnya sontak membuat para hadirin menyambut arahannya dengan sorakan.

Jokowi lantas mencontohkan dirinya sendiri, yang mengaku mendapat lebih dari 20 undangan lawatan ke luar negeri dalam kurun waktu setahun.

“(Tapi) saya datang paling 2 atau 3, karena betul-betul saya rem. Ini (agenda yang saya datangi) ada manfaat konkret nggak sih, karena keluar uang kita (kalau) keluar (negeri) itu,” kata Jokowi menambahkan.

Sentilan ini sendiri rupanya bukan hanya ditujukan bagi para pejabat negara. Jokowi juga meminta para kepala daerah, seperti gubernur, wali kota, dan bupati, untuk membantu menyampaikan hal serupa kepada rakyat. Yakni mengajak masyarakat untuk lebih banyak berwisata di dalam negeri saja.

“Hal-hal yang seperti itu (bepergian ke luar negeri) rem. Rakyat juga kita beritahu. Gunakan untuk wisata di dalam negeri saja,” tegasnya.

Apalagi karena, menurut Jokowi, Indonesia memiliki banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi. Tempat-tempat itu pun dinilai tidak kalah luar biasa dari yang ada di luar negeri.

Sebagai contoh Pulau Dewata, Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur, hingga Danau Toba di Sumatera Utara.

“Ini kita bisa defisit wisata kita. Yang datang ke sini belum banyak, yang keluar banyak sekali. Hati-hati devisa kita bisa lari lagi kalau kita tidak rem,” tutur Jokowi.

“Tolong masyarakat diajak untuk berwisata di dalam negeri saja. Kita ini punya daerah-daerah wisata yang baik, Bali, Labuhan Bajo, Wakatobi, Toba, Raja Ampat, Bromo, Jogja, Babel (Bangka Belitung), Borobudur, Jakarta, dan lain-lainnya,” pungkas Jokowi.

Melansir data yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2 September, ada peningkatan angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia untuk periode Januari-Juli 2022.

Angka tersebut meningkat sekitar 49 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara untuk periode yang sama di tahun sebelumnya (year on year / yoy), yakni sebesar 853.073 orang.

Source : Suara.com

Berita Terkait

Said Didu Bantah Sjafrie Terkait Kasus Satelit: Saat Proyek Berjalan, Sudah Tak Menjabat di Kemhan
Delapan Tahun Tak Berubah, Indeks Tukin Kemenhan dan TNI Naik Menjadi 90 Persen
Netizen Soroti Narasi yang Seret Kemhan dalam Isu Sitaan Emas dan Dolar
Kemhan Pastikan Insiden Kendaraan Dinas dan Ojol Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Sekjen Kemhan Hadiri Pengesahan Kerja Sama Pertahanan RI dengan Malaysia dan Turki
Kemhan Kaji Hibah Giuseppe Garibaldi Secara Cermat demi Kepentingan Strategis Nasional
Kemhan Dukung Kebijakan Presiden, Kesejahteraan Rakyat Dinilai Bagian dari Pertahanan Negara
Istana: TNI Turun Bantu Distribusi BBM di Sumut, Pasokan untuk Masyarakat Jadi Prioritas

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Said Didu Bantah Sjafrie Terkait Kasus Satelit: Saat Proyek Berjalan, Sudah Tak Menjabat di Kemhan

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

KKB Serang Kamp Pekerja di Tolikara, TNI Bergerak Lindungi Warga dan Cari Tiga Korban Hilang

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:25 WIB

Delapan Tahun Tak Berubah, Indeks Tukin Kemenhan dan TNI Naik Menjadi 90 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:07 WIB

Netizen Soroti Narasi yang Seret Kemhan dalam Isu Sitaan Emas dan Dolar

Senin, 27 Juli 2026 - 13:54 WIB

Kemhan Pastikan Insiden Kendaraan Dinas dan Ojol Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:27 WIB

Kemhan Kaji Hibah Giuseppe Garibaldi Secara Cermat demi Kepentingan Strategis Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:19 WIB

Kemhan Dukung Kebijakan Presiden, Kesejahteraan Rakyat Dinilai Bagian dari Pertahanan Negara

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:22 WIB

Istana: TNI Turun Bantu Distribusi BBM di Sumut, Pasokan untuk Masyarakat Jadi Prioritas

Berita Terbaru