CEO TikTok Shou Zi Chew Dihajar di Hadapan Komite Kongres AS

- Penulis Berita

Sabtu, 25 Maret 2023 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Source : Liputan6.com

Source : Liputan6.com

Beritajabodetabek, Jakarta – Shou Zi Chew, Chief Executive Officer (CEO) TikTok, menghadapi tantangan berat dalam sidang komite Kongres AS pada Kamis (23/3/2023) terkait keamanan data dan keamanan pengguna TikTok. Namun, Chew tetap percaya bahwa aplikasi berbagi video yang sangat populer tersebut tidak seharusnya dilarang.

Chew, yang berasal dari Singapura dan pernah menjadi bankir Goldman Sachs, telah menavigasi bisnis di Barat dan Tiongkok. Berkat pengalamannya tersebut, ia berhasil mendapatkan posisi teratas di salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Meskipun banyak anggota Kongres yang mengancam akan melarang TikTok karena kepemilikannya di Tiongkok menimbulkan ancaman keamanan nasional, Chew berupaya meyakinkan orang Amerika bahwa data pengguna TikTok aman dan Beijing tidak akan dapat memengaruhi apa yang dilihat oleh pemirsa di TikTok.

Chew adalah lulusan University College London dan Harvard Business School. Ia memulai karirnya pada perusahaan modal ventura di Asia sebelum bergabung dengan Goldman Sachs di London selama 2 tahun sebagai bankir. Selanjutnya, ia bergabung dengan perusahaan modal ventura DST Global dan memimpin tim investor awal di ByteDance pada tahun 2013.

Pada tahun 2015, Chew menjadi direktur keuangan di raksasa smartphone Xiaomi, sebelum akhirnya menjadi presiden bisnis internasional Xiaomi pada tahun 2019. Pada Maret 2021, ia bergabung dengan ByteDance sebagai direktur keuangan dan menggantikan CEO TikTok sebelumnya, Kevin A. Mayer.

Chew menjalankan TikTok dari kantor di Singapura, tetapi sering bepergian, termasuk sering ke AS. Ia bertemu istrinya, Vivian Kao, seorang Taiwan-Amerika yang dibesarkan di Bethesda, Maryland, di Harvard.

Dalam sebuah wawancara, Chew menyatakan bahwa sidang Kongres pada Kamis merupakan kesempatan untuk menjelaskan apa yang coba dilakukan TikTok dan untuk mendapatkan masukan dari anggota Kongres. Ia tidak melihatnya sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan bisnis TikTok di Amerika.

Meskipun beberapa anggota Kongres dari kedua partai besar mendorong larangan aplikasi video secara nasional, Chew percaya bahwa TikTok dapat tetap beroperasi dengan aman dan tidak berdampak buruk pada keamanan nasional. Pemerintahan Joe Biden menuntut TikTok melepaskan diri dari induknya di Tiongkok atau menghadapi larangan semacam itu.

Berita Terkait

Persiapan Timnas Indonesia untuk Pertandingan Melawan China dan Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Ingin Viral Di Sosial Media? Aplikasi Ini Jadi Jawabannya!
Tips Aman dan Nyaman Beraktivitas di Musim Hujan
Bagaimana Industri Kreatif Indonesia Merambah Pasar Global?
Mitos dan Legenda Tersembunyi dari Berbagai Belahan Dunia
Sustainable Fashion 2024: Mengapa Mode Ramah Lingkungan Semakin Populer
Ternyata Usia Bulan Lebih Tua Dari Perkiraan, Berikut Penjelasannya

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Said Didu Bantah Sjafrie Terkait Kasus Satelit: Saat Proyek Berjalan, Sudah Tak Menjabat di Kemhan

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

KKB Serang Kamp Pekerja di Tolikara, TNI Bergerak Lindungi Warga dan Cari Tiga Korban Hilang

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:25 WIB

Delapan Tahun Tak Berubah, Indeks Tukin Kemenhan dan TNI Naik Menjadi 90 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:07 WIB

Netizen Soroti Narasi yang Seret Kemhan dalam Isu Sitaan Emas dan Dolar

Senin, 27 Juli 2026 - 13:54 WIB

Kemhan Pastikan Insiden Kendaraan Dinas dan Ojol Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:27 WIB

Kemhan Kaji Hibah Giuseppe Garibaldi Secara Cermat demi Kepentingan Strategis Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:19 WIB

Kemhan Dukung Kebijakan Presiden, Kesejahteraan Rakyat Dinilai Bagian dari Pertahanan Negara

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:22 WIB

Istana: TNI Turun Bantu Distribusi BBM di Sumut, Pasokan untuk Masyarakat Jadi Prioritas

Berita Terbaru