Kemhan Kaji Hibah Giuseppe Garibaldi Secara Cermat demi Kepentingan Strategis Nasional

- Penulis Berita

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memastikan rencana hibah kapal Giuseppe Garibaldi dari Italia dikaji secara menyeluruh dengan mempertimbangkan manfaat strategis, kebutuhan operasional, serta kemampuan anggaran pertahanan nasional.

Kajian tersebut tidak hanya melihat status kapal yang ditawarkan melalui skema hibah, tetapi juga mencakup biaya operasional, pemeliharaan, penyesuaian teknologi, dan peningkatan kemampuan kapal selama masa penggunaannya.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan seluruh aspek biaya menjadi bagian penting dalam proses pertimbangan pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keputusan terkait Giuseppe Garibaldi harus didasarkan pada keseimbangan antara manfaat yang diterima negara dan biaya yang dibutuhkan untuk menjaga kesiapan operasional kapal.

“Seluruh kebutuhan operasional, pemeliharaan, serta penyesuaiannya tetap dihitung secara cermat agar manfaat yang diterima sebanding dan tidak menimbulkan beban yang tidak proporsional terhadap anggaran pertahanan,” kata Rico.

Ia menegaskan bahwa ukuran utama dalam kajian tersebut bukan semata-mata besar atau kecilnya biaya, melainkan nilai strategis, operasional, dan kemanusiaan yang dapat diberikan kapal tersebut bagi kepentingan nasional.

Baca Juga :  Mrt Jakarta Libatkan Knkt Guna Investigasi Insiden Mati Listrik

Giuseppe Garibaldi dinilai berpotensi menghadirkan sejumlah kemampuan yang saat ini belum dimiliki Indonesia secara optimal. Kapal tersebut dapat digunakan sebagai pusat komando dan pengendalian dalam operasi laut, sekaligus mendukung pengoperasian helikopter dan kendaraan udara tanpa awak atau UAV.

Kehadiran kapal itu juga berpotensi meningkatkan kemampuan Indonesia dalam memperkuat kehadiran negara di wilayah laut rawan serta mendukung penanganan pelanggaran wilayah, penyelundupan, perompakan, dan berbagai bentuk kejahatan lintas batas.

Selain untuk kepentingan pertahanan, Giuseppe Garibaldi juga memiliki potensi besar dalam mendukung operasi kemanusiaan dan tanggap darurat bencana.

Dengan kapasitas angkut dan kemampuan operasional yang dimiliki, kapal tersebut dapat difungsikan untuk mendukung distribusi bantuan, evakuasi korban, pelayanan medis, serta pengiriman personel dan perlengkapan ke wilayah terdampak bencana.

Dari sisi pengadaan, skema hibah dinilai dapat memperpendek waktu pemenuhan kebutuhan kapal berkemampuan komando tanpa harus melalui proses pembangunan platform baru yang membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.

Namun demikian, Kemhan menegaskan bahwa seluruh tahapan tetap harus dilaksanakan melalui mekanisme resmi antar-pemerintah atau government to government.

Baca Juga :  Mengenal Konten Kreator Albertus Siswo Yulianto: Lulusan Desain Arsitektur ITB yang Berbagi Tips Anti Penipuan iPhone

Rico juga menjelaskan bahwa penawaran hibah Giuseppe Garibaldi tidak terlepas dari semakin kuatnya hubungan pertahanan antara Indonesia dan Italia.

Kerja sama pertahanan kedua negara telah berkembang melalui berbagai program dan kolaborasi sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Hubungan yang dilandasi rasa saling percaya tersebut menjadi modal penting dalam memperluas kerja sama strategis kedua negara.

Penawaran hibah Giuseppe Garibaldi menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang tetap akan diproses secara hati-hati, transparan, dan sesuai kebutuhan pertahanan Indonesia.

Kemhan memastikan setiap keputusan yang diambil akan mengutamakan kepentingan nasional, efektivitas operasional, serta penggunaan anggaran negara secara bertanggung jawab.

“Ukurannya bukan semata-mata besar atau kecilnya biaya, tetapi apakah kehadiran kapal tersebut memberikan nilai strategis, operasional, dan kemanusiaan yang nyata bagi kepentingan nasional,” ujar Rico.

Melalui kajian yang matang, pemerintah diharapkan dapat memastikan bahwa setiap penguatan alat utama sistem pertahanan tidak hanya meningkatkan kemampuan militer, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi keamanan wilayah dan perlindungan masyarakat Indonesia.

Berita Terkait

Kebakaran Sampah di Pisangan Tangsel Belum Padam Lebih dari 24 Jam, 8 Unit Damkar Dikerahkan
Polisi Selidiki Pemalakan Sopir Pikap di Semper Jakut, Pelaku Diduga Pakai Senjata Tajam
600 Personel dan Helikopter Jepang Dikerahkan ke Indonesia, Sjafrie: Negara Sahabat Turun Bantu Karhutla
Ingin Jadi Distributor Skincare? Kenali Peluang Kemitraan Herbala
Said Didu Bantah Sjafrie Terkait Kasus Satelit: Saat Proyek Berjalan, Sudah Tak Menjabat di Kemhan
KKB Serang Kamp Pekerja di Tolikara, TNI Bergerak Lindungi Warga dan Cari Tiga Korban Hilang
Delapan Tahun Tak Berubah, Indeks Tukin Kemenhan dan TNI Naik Menjadi 90 Persen
Netizen Soroti Narasi yang Seret Kemhan dalam Isu Sitaan Emas dan Dolar

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:22 WIB

Kebakaran Sampah di Pisangan Tangsel Belum Padam Lebih dari 24 Jam, 8 Unit Damkar Dikerahkan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:09 WIB

600 Personel dan Helikopter Jepang Dikerahkan ke Indonesia, Sjafrie: Negara Sahabat Turun Bantu Karhutla

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Ingin Jadi Distributor Skincare? Kenali Peluang Kemitraan Herbala

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Said Didu Bantah Sjafrie Terkait Kasus Satelit: Saat Proyek Berjalan, Sudah Tak Menjabat di Kemhan

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:25 WIB

Delapan Tahun Tak Berubah, Indeks Tukin Kemenhan dan TNI Naik Menjadi 90 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:07 WIB

Netizen Soroti Narasi yang Seret Kemhan dalam Isu Sitaan Emas dan Dolar

Senin, 27 Juli 2026 - 13:54 WIB

Kemhan Pastikan Insiden Kendaraan Dinas dan Ojol Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:16 WIB

Sekjen Kemhan Hadiri Pengesahan Kerja Sama Pertahanan RI dengan Malaysia dan Turki

Berita Terbaru