JAKARTA — Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan pemalakan sopir pikap yang terjadi di exit Tol Semper, Cilincing, Jakarta Utara. Rekaman video aksi sekelompok pria tersebut sempat beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Berdasarkan cuplikan video yang beredar, sekelompok orang terlihat menghentikan laju mobil korban, lalu membuka pintu depan kendaraan dan meminta sejumlah uang secara paksa. Pelaku juga disinyalir sempat melakukan penganiayaan serta menodongkan senjata tajam berupa pisau ke bagian perut korban.
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden penodongan itu berlangsung pada Rabu (2/9). Kendati demikian, pihak korban memilih tidak melayangkan laporan polisi secara resmi.
“Sedang kita proses. Untuk korban tidak mau membuat LP, hanya ingin membuat surat kehilangan SIM dan KTP. Setelah cek TKP kemarin diarahkan buat LP, korban hanya mau buat surat kehilangan saja,” ujar AKP Bobi saat dihubungi, Kamis (3/9).
AKP Bobi memastikan bahwa kondisi korban dalam keadaan selamat dan tidak mengalami luka fisik. Meski tidak ada laporan resmi dari korban, pihak kepolisian menegaskan akan tetap melakukan penyelidikan serta memburu para pelaku penodongan tersebut.
“Kemarin sudah ditemui anggota, demikian pernyataan korban, tapi tetap kita buru pelakunya dulu. Tetap kita cari, sedang diproses,” pungkasnya.

















