Udara di Jakarta Terasa Lebih Panas, BMKG Ungkap Penyebabnya

- Penulis Berita

Jumat, 30 Juli 2021 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Cuaca

Ilustrasi Cuaca

Rated 5 out of 5

Udara di Jakarta Terasa Lebih Panas, BMKG Ungkap Penyebabnya

Suhu udara di Jakarta dan sekitarnya hari ini terasa lebih panas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena itu dipicu kondisi awan di wilayah Jabodetabek sangat rendah pada siang ini.

“Berdasarkan data pengamatan BMKG, suhu maksimum di wilayah Jakarta mencapai 33-35 derajat C dengan suhu hingga 35 derajat Celsius di sekitar wilayah Ciputat.

Kondisi tersebut dipicu pada siang hari kondisi tingkat per-awan-an di wilayah Jabodetabek sangat rendah sehingga pada siang hari suhu udara terasa lebih terik karena sinar matahari tidak terhalang awan,” kata Deputi Bidan Meteorologi BMKG Guswanto kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guswanto mengatakan wilayah Jakarta dan sekitarnya berada pada posisi menuju puncak kemarau. Khusus hari ini, Guswanto memaparkan bahwa kelembapan udara di Jabodetabek cukup rendah sehingga tingkat pertumbuhan awan relatif rendah.

“Saat ini di wilayah Jabodetabek umumnya masih berada pada posisi menuju puncak musim kemarau, dan dari dinamika atmosfer skala lokal dan sinoptik juga tidak ada yang signifikan berkontribusi pada pembentukan awan hujan. Dan untuk hari ini kelembapan 850 juga cukup rendah, sehingga tingkat pertumbuhan awan relatif rendah,” jelasnya.

Lebih lanjut Guswanto juga memaparkan udara di Pulau Jawa dan Bali cerah pada hari ini. Hal yang sama juga terjadi di Nusa Tenggara.

“Perhatikan kondisi per-awan-an di Jawa, Bali, Nusa Tenggara sepertinya clear atau cerah cuacanya,” katanya.

Selain itu, Guswanto juga menjelaskan prakiraan musim BMKG tahun 2021. Puncak musim kemarau pada tahun ini, kata Guswanto, diperkirakan akan terjadi di bulan Agustus dan September.

“Menurut prakiraan musim BMKG, puncak musim kemarau tahun 2021 diprakirakan akan terjadi di bulan Agustus dan September,” katanya.

Berita Terkait

Said Didu Bantah Sjafrie Terkait Kasus Satelit: Saat Proyek Berjalan, Sudah Tak Menjabat di Kemhan
Delapan Tahun Tak Berubah, Indeks Tukin Kemenhan dan TNI Naik Menjadi 90 Persen
Netizen Soroti Narasi yang Seret Kemhan dalam Isu Sitaan Emas dan Dolar
Kemhan Pastikan Insiden Kendaraan Dinas dan Ojol Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Sekjen Kemhan Hadiri Pengesahan Kerja Sama Pertahanan RI dengan Malaysia dan Turki
Kemhan Kaji Hibah Giuseppe Garibaldi Secara Cermat demi Kepentingan Strategis Nasional
Kemhan Dukung Kebijakan Presiden, Kesejahteraan Rakyat Dinilai Bagian dari Pertahanan Negara
Istana: TNI Turun Bantu Distribusi BBM di Sumut, Pasokan untuk Masyarakat Jadi Prioritas

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Said Didu Bantah Sjafrie Terkait Kasus Satelit: Saat Proyek Berjalan, Sudah Tak Menjabat di Kemhan

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

KKB Serang Kamp Pekerja di Tolikara, TNI Bergerak Lindungi Warga dan Cari Tiga Korban Hilang

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:25 WIB

Delapan Tahun Tak Berubah, Indeks Tukin Kemenhan dan TNI Naik Menjadi 90 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:07 WIB

Netizen Soroti Narasi yang Seret Kemhan dalam Isu Sitaan Emas dan Dolar

Senin, 27 Juli 2026 - 13:54 WIB

Kemhan Pastikan Insiden Kendaraan Dinas dan Ojol Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:27 WIB

Kemhan Kaji Hibah Giuseppe Garibaldi Secara Cermat demi Kepentingan Strategis Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:19 WIB

Kemhan Dukung Kebijakan Presiden, Kesejahteraan Rakyat Dinilai Bagian dari Pertahanan Negara

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:22 WIB

Istana: TNI Turun Bantu Distribusi BBM di Sumut, Pasokan untuk Masyarakat Jadi Prioritas

Berita Terbaru