Sitaan OTT BNPB Tembus Rp5,47 Miliar, KPK Geledah 8 Lokasi dan Sita Tiga Mobil

- Penulis Berita

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Maret 2024. Adiknya, Bima Setiawan, menjadi salah satu tersangka kasus dugaan korupsi Dana Siap Pakai BNPB. (Foto: BNPB/Wikimedia Commons)

Mantan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Maret 2024. Adiknya, Bima Setiawan, menjadi salah satu tersangka kasus dugaan korupsi Dana Siap Pakai BNPB. (Foto: BNPB/Wikimedia Commons)

JAKARTA – Nilai sitaan OTT BNPB Rp5,47 miliar menjadi bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Siap Pakai (DSP) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terus bergerak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah delapan lokasi di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi selama lima hari, sejak Kamis (15/10/2026) hingga Senin (19/10/2026). KPK juga menyita dokumen, barang bukti elektronik, uang tunai, perhiasan, serta tiga unit mobil.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan perkembangan itu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Salah satu titik yang penyidik geledah adalah Kantor BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. “Objek yang kami geledah meliputi rumah pribadi, perkantoran, dan tempat lainnya,” kata Budi. Penyidik akan menganalisis seluruh sitaan dan mengonfrontasikannya dengan keterangan saksi serta tersangka.

Sitaan OTT BNPB Rp5,47 Miliar, Naik dari Rp1,4 Miliar

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (13/10/2026). Saat itu, hitungan awal uang tunai yang tim KPK amankan baru mencapai sekitar Rp1,4 miliar, ditambah sejumlah logam mulia emas. “Uang tunai, hitungan awal oleh tim, senilai Rp1,4 miliar,” ujar Budi pada Rabu (14/10/2026).

Angka itu membengkak setelah penyidikan berjalan. Dalam konferensi pers pada Jumat (16/10/2026), Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengumumkan total barang bukti yang tim KPK amankan mencapai sekitar Rp5,47 miliar. Rinciannya meliputi uang tunai Rp3,35 miliar, mata uang asing 7.500 dolar AS dan 9.000 dolar Singapura, 56 keping emas seberat 133 gram senilai Rp315,8 juta, tabungan emas seberat 192 gram senilai Rp452 juta, serta aset kripto senilai Rp1,10 miliar.

Dua Klaster dan Proyek Rp148 Miliar

KPK menetapkan lima tersangka dan menahan mereka selama 20 hari pertama, terhitung sejak 14 Oktober hingga 2 November 2026. Kelimanya adalah Gabriel Purwaka Sigit selaku Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dua tenaga ahli Kepala BNPB Bima Setiawan dan Richard Erlangga, serta dua pihak swasta, Gery Prasetiawan selaku Direktur PT Trans Lintas Selaras dan Syifa Nrika Ghifarin. Bima merupakan adik kandung mantan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Baca Juga :  Klarifikasi Bima Tentang Protection Visa di Australia

Penyidik membagi perkara ini ke dalam dua klaster. Klaster pertama adalah konflik kepentingan. KPK menduga sejumlah vendor penyedia barang dan jasa di BNPB terafiliasi dengan Bima dan memperoleh proyek lewat penunjukan langsung berbasis Rencana Kerja Kolaboratif (RKK). Nilai proyek yang mereka kondisikan itu, menurut dugaan KPK, mencapai Rp148 miliar pada periode 2024 hingga 2026. KPK juga mengungkap konflik kepentingan tersebut terkait penggunaan DSP untuk penanganan karhutla hingga banjir di Sumatera.

Klaster kedua adalah dugaan suap. KPK menduga Richard menerima Rp2,38 miliar sepanjang Januari hingga September 2026 dari Gery. KPK juga menduga Gery mengalirkan Rp140 juta kepada Gabriel. Presiden Prabowo Subianto telah mencopot Suharyanto dari jabatan Kepala BNPB pada 15 Oktober 2026. Ia juga melantik Kristomei Sianturi sebagai penggantinya. KPK menegaskan penyidikan perkara ini tidak berkaitan dengan pergantian pimpinan tersebut. KPK masih mendalami aliran dana para tersangka.

Sumber Berita : Bloomberg Technoz, Holopis, VIV, Seantero News, Pacarita, Koran Rakyat

Berita Terkait

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran Berakhir Tertib, Lalin Tugu Tani Sempat Macet Parah
Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, ISPU Cengkareng Tembus 102
Ada Demo Hari Ini, Ini Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif di Monas hingga DPR
Asap Karhutla Sempat Lintasi Langit Jakarta, Pemprov DKI Siapkan Opsi PJJ
Irjen (Purn) Napoleon Bonaparte Dimakamkan Hari Ini di Cikeas Bogor
7 Perjalanan KRL Lintas Bogor Dibatalkan Jumat Pagi, Dua Rangkaian INKA Masih Diperbaiki
Jelang Konpers KPK Hari Ini, Ini yang Dinanti dari Kasus OTT BNPB
KPK Tetapkan 5 Tersangka OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Ditahan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran Berakhir Tertib, Lalin Tugu Tani Sempat Macet Parah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Sitaan OTT BNPB Tembus Rp5,47 Miliar, KPK Geledah 8 Lokasi dan Sita Tiga Mobil

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, ISPU Cengkareng Tembus 102

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Ada Demo Hari Ini, Ini Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif di Monas hingga DPR

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Asap Karhutla Sempat Lintasi Langit Jakarta, Pemprov DKI Siapkan Opsi PJJ

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

7 Perjalanan KRL Lintas Bogor Dibatalkan Jumat Pagi, Dua Rangkaian INKA Masih Diperbaiki

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Jelang Konpers KPK Hari Ini, Ini yang Dinanti dari Kasus OTT BNPB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KPK Tetapkan 5 Tersangka OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Ditahan

Berita Terbaru