JAKARTA, beritajabodetabek.co.id – Data pemantauan menunjukkan kualitas udara Jakarta pada Selasa (20/10/2026) pagi bervariasi. Satu stasiun pemantauan bahkan menembus kategori tidak sehat. Stasiun GOR Cendrawasih di Cengkareng, Jakarta Barat, mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 102 pada pukul 04.30 WIB.
Sementara itu, stasiun Kota Tua di Taman Sari mencatat ISPU 91 kategori sedang pada pukul 02.00 WIB. Stasiun RPTRA Amir Hamzah di Menteng mencatat ISPU 61 kategori sedang pada pukul 05.30 WIB. Kemudian, GOR Ciracas mencatat ISPU 61 kategori sedang pada pukul 04.00 WIB. RPTRA Rorotan Indah 2 di Cilincing mencatat kondisi terbaik dengan ISPU 32 kategori baik.
PM2.5 Jadi Polutan Utama
Data IQAir pagi ini menempatkan Jakarta pada AQI 153 kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 di ibu kota mencapai 10,4 kali lipat di atas batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi ini berisiko terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Oleh karena itu, kelompok sensitif perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan. Mereka juga perlu memakai masker saat terpaksa beraktivitas di luar.
Kota Lain Lebih Buruk
Jakarta bukan kota dengan udara terburuk pagi ini. Palembang mencatat AQI 287. Kemudian, Pekanbaru mencatat AQI 185, Bandung 167, dan Tangerang Selatan 166. Di Kalimantan Barat, Ketapang bahkan mencatat ISPU 697 kategori berbahaya pada Senin (19/10/2026) untuk parameter PM10.
BMKG menyebut kemunduran awal musim hujan menjadi salah satu penyebab. Akibatnya, awal musim hujan 2026/2027 mundur di 529 zona musim atau 61,08 persen wilayah Indonesia. El Nino yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole fase positif memengaruhi kondisi ini.
Karena itu, warga perlu memeriksa data kualitas udara berdasarkan lokasi terdekat, bukan hanya mengandalkan satu angka. Selain itu, nilai ISPU tiap stasiun berasal dari waktu pembaruan yang berbeda. Kondisi ini menggambarkan situasi masing-masing titik pada jam pembaruan tersebut.
Sumber Berita : Informasi.com, IQAir, BMKG

















