Satpol PP Depok Hapus Coretan ‘Tuhan Aku Lapar’: Nggak Enak Dipandang

- Penulis Berita

Jumat, 3 September 2021 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rated 5 out of 5

Satpol PP Depok Hapus Coretan 'Tuhan Aku Lapar': Nggak Enak Dipandang

Satpol PP Kota Depok menghapus coretan ‘Tuhan Aku Lapar’ pada tembok Jalan Kartini. Pihak Satpol PP Depok beralasan coretan itu dihapus karena mengganggu keindahan kota.

Selain tulisan ‘Tuhan Aku Lapar’, coretan lainnya ‘Kita Hidup Di Kota Di Mana Mural Dianggap Kriminal & Korupsi Dianggap Budaya’, juga dihapus. Coretan dari Pylox itu dihapus dengan cat hitam pada Kamis (26/8) siang.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok Taufiqurrahman menilai coretan itu mengganggu estetika dan tidak enak dipandang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi memang konten (mural) isinya kayak ‘Tuhan Saya Lapar’, terus ada ‘Kita Hidup di Negeri Korupsi Jadi Budaya’. Cuman nggak ada gambar-gambar kayak mirip Pak Presiden atau gambar siapa pun. Cuman tulisannya itu tidak mencerminkan sama sekali estetika, hanya gambar-gambar boneka yang nggak enak dipandang, Jumat (27/8/2021).

Langgar Perda

Lebih lanjut Taufiqurrahman juga mengatakan coretan tersebut melanggar perda serta mengganggu estetika.

“Ya dihapus karena pelanggaran perda. Kemudian juga melanggar estetika keindahan kota,” katanya.

Taufiq menambahkan pihaknya tidak mengetahui siapa yang membuat coretan itu. Namun dia memastikan Satpol PP dan polisi tidak akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pembuat coretan itu.

“Justru ini kan sifatnya bukan pelanggaran pidana kalau tidak menjelekkan atau menyudutkan salah satu orang atau memunculkan hinaan. Dari Polsek dan Satpol PP tidak dalami untuk cari tahu siapa yang melakukan,” terang Taufiqurrahman.

Taufiq memahami anggapan masyarakat bahwa tulisan serupa hanyalah sebuah kritikan. Namun dia mengharapkan agar kritikan itu disampaikan dengan tidak melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Kalau di netizen kita pahamlah, artinya tudingan miring soal pemerintah memang seperti itu. Tapi mohon sadar juga warga masyarakat, netizen, kita tidak melarang mereka untuk berkreasi, tidak melarang untuk mengkritik, tapi memang ada tempat dan batasan estetika,” pungkas Taufiq.

Berita Terkait

Editing yang Konsisten untuk Membangun Kepercayaan Audiens bersama clippervideo.id
Mengapa Editing Menjadi Faktor Penting dalam Performa Konten Digital Bersama clippervideo.id
Alasan Kreator Modern Memilih clippervideo.id untuk Editing Konten
clippervideo.id: Partner Terpercaya untuk Produksi Video Jangka Panjang
Persiapan Timnas Indonesia untuk Pertandingan Melawan China dan Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Pemprov DKI Dikabarkan Akan Hapus PKB Progresif
WNA Ghana Bawa Pisau dan Balita Mengamuk di Supermarket Kalibata
Jukir Mematok Tarif Parkir Rp 60 Ribu di Tanah Abang Diringkus Polisi

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 15:01 WIB

Editing yang Mendukung Cerita Brand Lebih Kuat bersama clippervideoid

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:59 WIB

clippervideo.id Membantu Brand Mengoptimalkan Konten yang Sudah Ada

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:52 WIB

Konten Lebih Terarah dengan Sistem Editing yang Tepat bersama clippervideo.id

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:43 WIB

Clippervideo.id: Pendekatan Praktis untuk Kebutuhan Konten Digital

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:30 WIB

Strategi Editing Cerdas agar Konten Tidak Kehilangan Identitas bersama ClipperVideo.id

Senin, 12 Januari 2026 - 15:43 WIB

clippervideoid: Solusi Editing untuk Brand dengan Target Jelas

Senin, 12 Januari 2026 - 15:33 WIB

Mengubah Proses Konten yang Rumit Jadi Lebih Sederhana bersama clippervideoid

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:00 WIB

Strategi Visual Cerdas untuk Konten Modern bersama clippervideo.id

Berita Terbaru

clipper video

Clippervideo.id: Pendekatan Praktis untuk Kebutuhan Konten Digital

Kamis, 15 Jan 2026 - 14:43 WIB